Pengertian UKM (Usaha Kecil dan Menengah)

Usaha Kecil merupakan usaha yang dijalankan oleh seseorang atau BU (Badan Usaha) yang tidak terikat baik secara langsung maupun tidak dengan sebuah perusahaan yang sedang dikelola atau dijalankan oleh suatu badan usaha yang menengah ataupun besar, yang memenuhi syarat dan ketentuan dari UK (Usaha Kecil) seperti yang dimaksud dalam UUD yang mengatur tentang ini: Modal atau assets yang dikeluarkan sekitar 50-500 juta, sedangkan Omzet atau pendapatannya bisa mencapai 300juta-2,5Milyar.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang tegak dengan sendiri atau mandiri yang dijalankan dan diperankan oleh pribadi atau perseorangan dan BU yang tidak merupakan bagian baik secara langsung atau tidak, atau bukan bagian dari perusahaan yang dijalankan yang berhubungan dengan UK (Usaha kecil) ataupun UB (Usaha besar) dengan omset atau pendapatan dan kekayaan sebagaimana diatur dalam UUD: Kriteria assets: 500juta-10Milyar, dan kriteria omzet: lebih dari 2,5Milyar-50Milyar.

Usaha Kecil Menengah merupakan suatu istilah yang menggambarkan sebuah usaha kecil yang mempunyai kekayaan atau pendapatan bersih paling tinggi sebesar RP 200 Juta dan itu belum dihitung dengan  biaya tempat pendirian dan pengembangan usaha ini, dan UKM ini merupakan usaha yang tegak sendiri.

Dan usaha ini diatur dalam beberapa peraturan berikut:

Surat edaran BI (Bank Indonesia) No.26/I/UKK, 29 Mei 1993 mengenai KUK (Kredit Usaha Kecil) adalah sebuah usaha yang memiliki total asset sebanyak 60juta rupiah dan itu belum dihitung dengan biaya tanah tempat pengembangan usaha ini, dan usaha ini bisa dikembangkan oleh perseorangan, badan usaha dan koperasi, selama asset yang dimiliki tidak lebih dari 600juta.

Menurut DPP (Departemen Perindustrian dan Perdagangan) UKM dikelompokkan menjadi industri modern, industri seni dan kerajinan, industri tradisional yang memiliki penanaman saham atau investasi, modal keperluan alat dan mesin-mesin sebanyak <70juta dengan risiko investasi pekerja dan modal sebesar < 625.000 dan usahanya dikuasai atau dibawah kekuasaan rakyat pribumi dan WNI.

Menurut BPS, usaha menengah terbagi menjadi beberapa macam, yaitu: URT (Usaha Rumah Tangga) dengan tenaga kerja 1-5 orang, UKM pekerja sebanyak 6-19 orang, UM dengan 20-29 pekerja, dan terakhir UB yang membutuhkan >100 orang pekerja.

Sedangkan dalam konsep Inpres maksud dari UKM adalah suatu kegiatan ekonomi yang mempunyai ketentuan atau kriteria: Asset sebesar Rp 50Milyar, ini tidak dihitung dengan modal tanah atau bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk menjalankan dan mengembangkan usaha, omzet Rp 250Milyar.

Dengan begitu kesimpulannya antara UKM dengan UMKM sama saja, namun yang membedakannya hanya dalam hal nominal assets dan omzet yang dimiliki oleh suatu pelaku usaha maupun bisnis.

Menurut perkembangan UKM di Indonesia dibagi menjadi empat kriteria, berikut:

  1. LA (Livelihood Activities), adalah UKM yang dimanfaatkan sebagai sarana untuk memenuhi nafkah atau lebih dikenal sebagai sektor informal, contohnya pedagang di pinggir jalan atau kaki lima.
  2. ME (Micro Enterprise), adalah UKM yang sudah memiliki jiwa seni atau pengrajin namun belum sampai ke tahap kewirausahaan atau belum memiliki jiwa pengusaha.
  3. SDE (Small Dynamic Enterprise), merupakan sudah memiliki jiwa wirausaha wan dan sudah mampu menangani dan menerima pekerjaan subkontrak.
  4. FME (Fast Moving Enterprise), adalah UKM yang sudah mempunyai jiwa usahawan dan akan membuat perubahan menjadi usaha yang lebih besar.

Pertumbuhan UKM di Indonesia berperan penting meskipun UKM mampu bertahan di tengah krismon yang melanda negara, namun ternyata yang awalnya pertumbuhan UKM akan semakin cepat malah semakin lelet setelah krisis moneter.

Namun walaupun demikian, jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya, Negara Indonesia masih tetap menjadi negara paling besar yang memiliki UKM/UMKM sejak tahun 2014. Menurut data BPS di Indonesia tahun 2014 Indonesia memiliki 99.99% dari jumlah total pelaku usaha Nasional.

Dan berdasarkan DKK dan UKM, jumlah pengusaha Indonesia meningkat drastis dari 0.24% menjadi 1.56% dari jumlah penduduk, meski demikian jumlah tersebut masih belum mencapai target yang diharapkan, yang seharusnya sebanyak 2 persen dari total jumlah penduduk.(Nailil)

Tags: