Lingkup Pekerjaan Desain Interior

Desain Interior Untuk Rumah MinimalisRumah yang nyaman dan aman menjadi impian semua orang. Sebab itu, penataan secara menarik untuk setiap ruangan hingga pengaturan letak furniture turut sangat perlu diperhatikan agar penghuni rumah merasa betah, terutama bagi mereka yang sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktu serta beraktivitas di rumahnya.

Nah, salah satunya ilmu yang mengajarkan cara mengatur ruangan-ruangan baik untuk hunian maupun perkantoran adalah desain interior. Lalu, apa itu desain interior?

Mengenal Desain Interior

Secara umum, desain interior bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi pengguna ruangan baik itu hunian maupun bangunan untuk komersial seperti perkantoran, melalui rancangan dalam tata letak hingga warna. Jadi, cabang ilmu dalam seni rupa ini dapat diartikan sebagai bentuk rancangan pada bagian di dalam bangunan.

Jika melihat ke belakang, perkembangan untuk desain interior ini dapat dilihat melalui peradabadan di Mesir kuno, yang memasukkan seni sebagai tradisi dengan keterampilan tinggi. Bahkan, masyarakatnya mampu membuat berbagai barang bernilai seni serta estetis meski hanya menggunakan peralatan seadanya.

Baca Juga : Jasa Interior Pekanbaru

Selain itu, desain interior juga berkembang di Itali ketika masa renaisans, yang membuat aktivitas kesenian barada pada kejayaannya. Namun, menurut sebuah riset Axen von Salde, pada tahun 1987, sejarah dekorasi ruangan ini diduga memiliki peran secara khusus sejak akhir abad ke-16 di itali yang dibuktikan dengan adanya kata ‘designo esterno’ atau berarti karya yang telah terlaksana.

Elemen-elemen pada Desain Interior

Aktivitas dalam seni mendekorasi ini tidak hanya berpusat pada peletakaan atau penataan furniture secara tepat saja, akan tetapi terdapat elemen-elemen lainnya yang menentukan keseimbangan setiap hal dalam ruangan tersebut. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Dinding

Pada setiap bangunan, dinding merupakan elemen terpenting dalam interior yang harus ada sebagai sekat antara ruangan satu dan lainnya. Dinding yang membentang dengan bentuk vertikal menjadi bagian paling mendominasi pada setiap ruangannya.

Dari segi desainnya, pengaplikasian pada dinding menggunakan berbagai material finishing, baik material pembentuknya, cat, pencahayaan dan lain sebagainya.

  • Lantai

Lantai berada di bagian bawah ruang bangunan yang membentang secara horizontal. Banyak cara yang bisa diterapkan di lantai, mulai dari jenis pada materialnya, pengaturan perbedaan tingkat ketinggiannya, serta mengaplikasikan berbagai bentuk.

  • Ceiling (Langit-langit)

Ceiling atau langit-langit berfungsi sebagai pembatas dan berada di bagian atas interior yang juga membentang dalam bentuk horizontal. Umumnya, penataan ceiling bukannya menjadi prioritas desain interior bangunan bagi.

Tapi, jikz dirancang secara menarik maka akan memberikan efek yang dapat memperindah ruangan. Misalnya, dimodifikasi menggunakan berbagai jenis material, membuat perbedaan pada ketinggiannya, dan memberikan bentuk bervariasi.

  • Pencahayaan

Selain tiga elemen di atas, pencahayaan juga menjadi faktor penting dalam sebuah ruangan. Dengan adanya intensitas pencahayaan yang cukup, akan membentuk ambience pada ruangan.

Lingkup Pekerjaan Desain Interior

Mendesain interior tidak hanya tentang merancang atau memberikan serta mencocokkan  furniture pada ruang bangunan saja. Lingkup pekerjaan desain interior lebih dari itu, antara lain sebagai berikut:

  • Membuat suatu rancangan bentuk furniture dengan menyesuaikan secara fungsi, kestabilan pada struktural penggunaannya, gaya, egonomi, hingga penempatannya dalam ruangan.
  • Menentukan gaya dan tipe pada jendela maupun daun pentutup lainnya sehingga tepat dalam berbagai segi, baik pencahayaan dari matahari, privasi, hingga sistem kontrolnya.
  • Pemilihan jenis pelapis pada dinding yang disesuaikan dengan aspek keindahan, fungsi akustik, keawetan, keamanan, hingga pengaplikasian wall finishes yang tidak menimbulkan efek alergi dan aman dari racun.
  • Memilih betuk serta jenis lampu sebagai pencahayaan sesuai fungsi maupun kesan atau efek yang diinginkan, hingga menentukan tempat lampu serta pengontrolnya.
  • Menentukan desain pada lantai, baik bentuk, pola, bahan dan warna pada lantai tersebut. Selain itu, harus diperhatikan pula tingkat ketahanannya terhadap api, kemampuan dalam meredam suara hingga keamanan atau tidak licin.
  • Menggambarkan dan merencanakan tata letak furniture yang digunakan dengan menyesuaikan keinginan pemilik bangunan maupun persyaratan dari segi aksesibilitas pada ruangan.

Desain interior tidak hanya memberikan nilai keindahan atau kesan estetika, sebagian orang juga menerapkan seni rupa pada bangunan ini untuk memperbaiki fungsinya, serta memberikan peningkatan dari segi psikologis pada tiap ruangan.

 

Tags: