Permasalahan UMKM Faktor Internal dan Eksternal

Usaha Mikro Kecil Menengah atau biasa disingkat UMKM merupakan salah satu usaha yang kegiatannya dapat menopang ekonomi di pedesaan. Namun seiring berkembangnya industri perdagangan di era globalisasi saat ini membuat UMKM selalu kalah dalam persaingan dengan perusahan besar dunia usaha sekarang ini, hal itu disebabkan karena perkembangan UMKM ini juga sangat lambat, sehingga tidak mampu menyaingi perkembangan dunia usaha saat ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu adanya usaha pemerintah dan semua kalangan untuk mewujudkan peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Perkembangan ekonomi yang pesat dan ketat saat ini di dunia global mengharuskan semua jenis kegiatan usaha mampu memasuki pasar global dan dapat bersaing dengan baik.

Karena itu semua bentuk usaha termasuk UMKM membutuhkan perusahaan yang kuat dengan kinerja yang maksimal dan bagus untuk menghadapi persaingan di dunia atau global. Pengukuran kinerja UMKM diperhatikan dari faktor Internal dan Eksternal nya, namun seringkali dalam dua faktor tersebut seringkali terjadi masalah, dan hal itulah yang menyebabkan usaha dan bisnis mengalami naik turun.

Nah diantara permasalahan Internal yang dihadapi UMKM akan diuraikan sebagai berikut:

  1. Terbatasnya modal dan akses pembiayaan

Biasanya UMKM dijalankan oleh perseorangan atau keluarga, hal itu menyebabkan terbatasnya modal yang digunakan dalam mengembangkan usaha ini, karena mereka hanya mengharapkan modal dari pemilik perusahaan yang terbatas dan sifatnya tertutup, sedangkan jika ingin melakukan peminjaman modal ke Bank sulit didapatkan karena keterbatasan syarat administratif yang diminta pihak Bank tidak terpenuhi.

  1. Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam UMKM kualitas SDM atau pekerja sangat penting, mengingat bahwa UMKM sulit mengadopsi perkembangan IPTEK untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, dan hal ini bisa menjadi penyebab lemahnya daya saing produk di pasaran, selain itu SDM yang tidak memadai juga dapat menyebabkan UMKM berkembang lamban.

  1. Lemahnya Link Usaha dan Penetrasi Pasar

UMKM biasanya adalah unit usaha keluarga, karena itu mereka hanya memiliki link atau jaringan usaha yang kecil dan terbatas, penetrasi pasar dan daya saing produk yang rendah dan kurang kompetitif di pasaran membuat usaha ini berkembang lamban.

  1. Mentalitas Pengusaha UMKM

Pentingnya semangat entrepreneurship menjadi salah satu faktor penting yang bisa memajukan suatu UMKM. Semangat di sini diantaranya kesediaan terus melakukan inovasi, ulet dan tekun, mau berkorban waktu dan tenaga, dan bisa mengambil risiko. Contohnya ritme kerja UMKM di daerah berjalan dengan santai sehingga hal itu menyebabkan hilangnya berbagai kesempatan -kesempatan baik yang ada.

  1. Kurangnya Transparansi

Banyaknya jaringan dan informasi yang disembunyikan dari generasi yang akan melanjutkan UMKM selanjutnya menyebabkan timbulnya kesulitan bagi penerusnya untuk mengembangkan perusahaan tersebut.

Selain faktor Internal, UMKM juga mengalami masalah dalam faktor Eksternal, diantaranya:

  1. Iklim Usaha yang Belum Kondusif Sepenuhnya

Hal ini bisa dilihat dari persaingan usaha yang tidak sehat yang terjadi antara pengusaha biasa dengan pengusaha yang sudah sukses.

  1. Pungutan Liar

Hal ini bisa terjadi secara periodik dan bukan hanya sekali, misalnya sekali seminggu atau sekali sebulan.

  1. Implikasi Otonomi Daerah

Dengan berlakunya UUD 1945 No. 22 tahun 1999 tentang pembagian otonomi daerah yang kemudian diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004, kewenangan setiap daerah memiliki otonomi untuk mengurus dan mengatur masyarakat setempat. Perubahan sistem ini akan berimplikasi pada pebisnis kecil, menengah maupun besar berupa pungutan yang akan dikenakan kepada mereka, selain itu penguasaan daerah yang berlebihan akan menyebabkan pengusaha dari luar tidak tertarik untuk mengembangkan usaha mereka di daerah itu.

  1. Sifat Produk yang Hanya Bertahan Sebentar atau Jangka Pendek

Hasil produksi UMKM Indonesia biasanya memiliki kualitas yang kurang kompetitif di pasaran selain itu, produknya juga tidak tahan lama atau mudah rusak.

  1. Terbatasnya Informasi yang dapat diakses

Minimnya Informasi yang diketahui oleh UMKM akan berpengaruh pada kompetisi atau persaingan kualitas produk hasil perusahaan dengan produk yang dihasilkan dari perusahaan lain, dan hal ini bisa menyebabkan produksi UMKM gagal menembus pasar Ekspor, dan akibatnya hasil produksi hanya bisa dijual di pasar domestik.(Nailil)

Tags: