Sejarah Interior

peluang usaha desain interiorInterior adalah istilah yang tidak terpisahkan dalam desain arsitektur. Menurut Wikipedia, interior merupakan rancangan bagian dalam ruang bangunan dan termasuk ke dalam seni rupa.

Hingga saat ini, interior menjadi salah satu topik menarik seiring trend dan perkembangannya. Banyak referensi yang bisa digunakan dalam mendesain bagian interior bangunan. Tapi, tahukah Anda? interior telah menjadi bagian penting dalam dunia desain dan arsitektur sejak ribuan tahun lalu.

Bagaimana sejarahnya?

Sejarah Interior

Sebenarnya, interior dalam seni arsitektur sudah dimulai sejak zaman purba hingga melahirkan banyak interior modern seperti sekarang ini. Cikal bakal interior ternyata sudah berlangsung dalam kehidupan manusia purba.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan ornamen-ornamen hiasan hingga gambar-gambar di dinding gua dahulu dihuni manusia purba. Manusia-manusia purba penghuni gua tersebut menghias tempatnya itu dengan berbagai gambar, berupa lukisan hewan, tanaman dan manusia.

Kreativitas terhadap seni rupa dalam merancang ruangan tersebut kemudian dilanjutkan hingga ke suku-suku lainnya di masa itu. Misalnya, gubuk yang dibuat dari bahan batang pohon, kulit binatang, hingga lumpur.

Bukan hanya dipandang lebih menarik, gubuk yang dibuat manusia purba ternyata nyaman untuk dihuni karena tahan terhadap perubahan cuaca. Bahkan di musim dingin, suasana interior gubuk menjadi hangat dan cenderung sejuk pada saat kemarau.

Hal inilah yang kemudian membuat bangsa Mesir berinisiatif untuk turut menghias gubuk sederhana mereka dengan dekorasi dari ornament-ornamen sederhana. Seperti, hiasan berbahan kulit hewan atau vas lukis, serta perabotan sangat sederhana.

Perkembangan Interior

Seiring waktu interior terus mengalami perkembangan hingga terbagi ke dalam beberapa fase, yakni sebagai berikut:

  • Interior Modern Yunani dan Timur Tengah

Pesat perkembangan interior di bidang desain berawal dari Bangsa Yunani berinisiatif menciptakan konstruksi lebih kokoh pada bangunan, namun tetap indah. Sejak itu, Bangsa Yunani dan Roma sudah terbiasa untuk menghiasi ruangan rumah mereka dengan vas bunga dan lukisan dinding cantik, serta lantai berbentuk mozaik.

Konstruksi bangunan dengan interior megah juga turut berkembang di  Timur Tengah dengan gaya Bizantium sebagai ciri khasnya yang identik dengan kubah serta interior mewah.

Perubahan gaya interior kemudian terjadi secara besar-besaran ketika abad pertengahan di Eropa, lebih tepatnya pada masa Renaissance. Ketika itu, dinding-dinding rumah berhiaskan lukisan cantik, lantai yang berlapis lembutnya permadani dengan bahan velvet, furniture penuh ukiran memberikan kesan sempurna.

Lalu, terus dilanjutkan di era Baroque dengan cermin artistik dan tempat lilin sebagai ornamennya yang identik. Hingga memasuki zaman revolusi industri interior mempengaruhi perkembangan desain di dunia. Interior mulai dipajang di berbagai majalah desain.

  • Bergesernya Gaya Interior

Setelah sekian banyak orang yang tertarik dengan interior Modern Yunani dan Timur Tengah, pada akhirnya kepopuleran berciri khas megah dan mewah tersebut jatuh juga.

Ketika itu, interior modern dan sederhana yang diwujudkan Frank Llyod mulai menggeser dengan dibuatnya The Prairie Style House.

Perkembangan serta perubahan interior terus berlangsung, terutama saat kebanyakan masyarakat menolak menggunakan ornamen-ornamen berlebihan dan mahal. Hingga akhirnya material logam dan kaca sebagai penghias interior menggantikan kepopuleran penggunaan ornamen-ornamen

Memasuki pasca Perang Dunia II, interior mulai dikembangkan untuk desain ekletik yang didukung penemuan vinyl sebagai bahan lantai. Hingga memasuki Indonesia, interior turut mengalami perubahan dengan ciri khas tersendiri.

Namun, gaya interior tersebut turut mengalami pergeseran dan cenderung bergaya komtemporer yang mengedepankan warna-warna yang cerah dengan interior dari elemen-elemen sederhana.

  • Interior Khas Indonesia

Di mulai pasca kemerdekaan, tepatnya pada 1950-an, para ahli di bidang arsitektur, baik insinyur maupun juru bangun mengharus gaya interior yang sebelumnya identic dengan Belanda atau Jepang. Inisiatif hebat ini, kemudian menghasilkan interior arsitektur jengki dengan fasad rumah unik, dinding dari material bebatuan alam yang didesain berbentuk milik sebagai ciri khasnya.

Interior jengki khas Indonesia ini memiliki ciri-ciri pada bentuk furniture berujung runcing. Selain itu, interior ini identik pula dengan bahan material dari rotan serta karet yang terkesan sederhana tapi berkualitas. Sampai saat ini, banyak pemilik bangunan tertarik untuk mengadopsi gaya arsitektur jengki pada interior hunian, terutama yang modern.

Tags: