Sejarah UMKM di Indonesia

umkm indonesiaSejarah UMKM di Indonesia – Transaksi jual-beli memang sudah mendarah daging pada perekonomian di Indonesia. Bisa kita katakan bahwa kegiatan berdagang adalah sumber pendapatan terbesar bagi sektor perekonomian. Saat ini kehadiran UMKM yang bergiat membangun perekonomian dapat dikatakan berhasir sebab berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia (2017), dan setidaknya sudah membantu menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini merupakan point krusial yang memiliki konstribusi sangat besar perekonomian negara. Jika berbicara sejarah, umkm di Indonesia sudah berkembang sejak lama dan dan terbukti tetap mampu berdiri tegap ditengah terpaan krisis ekonomi 1998 silam.

Kembali ke tahun 2013-an, terdapat banyak suntikan dana yang dikucurkan sebagai dukungan baik dari perbankan atau pemerintah terhadap UMKM melalui program kredit. Sehingga secara tidak langsung menambah jumlah pelaku industri dan sampai saat ini terus bertambah jumlahnya.

Gambaran UMKM di indonesia

Gambaran umum tentang struktur UMKM Indonesia saat ini adalah 98 %  adalah adalah usaha mikro yang dan sisanya adalah yang usaha kecil atau menengah yang sebelumnya dari mikro kemudian naik kelas.

Di Indonesia sendiri UMKM ini dilindungi dan memiliki payung hukum seperti Keppres RI Nomor 19 Tahun 1998 dan beberapa aturan lainnya. Dimana pada saat ini banyak bisnis umkm yang mulai tumbuh baik skala rumah tangga tangga maupun besar, diantaranya  ;

  • Usaha Kuliner

Jenis ini adalah yang terbanyak di minati dari kalangan muda maupun tua sekalipun. Modal yang tidak begitu besar sebab bisa memulai dari skala rumah, usaha ini cukup menjanjikan.

  • Usaha Fashion

Selain kuliner, fashion juga paling banyak diminati sebab pakaian adalah salah salu bahan pokok kehidupan masyarakat.

  • Usaha Pertanian

Dari sektor agribisnis juga mulai diminati. Dahulu mungkin bisnis selalu membutuhkan modal besar pada tanah yang luas akan tetapi saat ini inovasi disektor agribisnis seperti hidroponik membuatnya lebih mudah untuk dijadikan bisnis umkm.

  • Usaha Elektronik

Contoh pada bidang ini seperti jual material elektronik, jual lampu, jual perlengkapan musik, jual perlengkapan sound system dsb.

  • Usaha Furniture

Contoh pada bidang furniture, yaitu menjual perlengkaan dapur, home décor, perlengkapan funiture kantor, lukisan-lukisan, dsb.

  • Usaha Bidang Jasa

Seleain berbentuk produt nyata saat ini usaha bisa jasa juga populer dikalangan umkm contoh MUA, fotografer, penyewaan kostum pesta, hingga star up yang menyediakan jasa dapat pembuatan aplikasi dan lain sebagainya.

Jumlah UMKM di indonesia

Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) saat ini ada setidaknya 59.2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Indonesia dan sekitar 8 persen dari total tersebut juga melakukan update dengan go-online dalam pemasaran produk yang dihasilkan agar mampu bersaing di era teknologi seperti saat ini.

Perkembangan umkm di indonesia

Seperti yang telah jelaskan sebelumnya, perkembangan umkm di Indonesia termasuk cepat dan juga merupakan tongak perekonomi negeri ini. UMKM ini dapat kita temui dari pedesaan hingga perkotaan padat penduduk. Terlebih saat ini era teknologi dan pemerintah telah menetapkan agar para pelaku umkm ini mulai memperbaharui teknik pemasaran dengan pemanfaatan teknologi yang ada.

Pengoptimalan melalui perangkat teknologi hingga media sosial seperti penggunaan fitur facebook, twitter, instagram dijadikan alat untuk memperkenalkan, menjual produk hingga media berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Terlebih sekarang banyak e-commerce platform dan marketplace hadir dengan segala kelebihan yang dapat mempermudah mereka berjualan Selain itu, pemanfaatan seperti ini sekaligus dapat memangkas biaya pemasaran

Kinerja UMKM di indonesia

Kinerja UKM di Indonesia dapat ditinjau dari beberapa asek, yaitu (1) nilai tambah, (2) unit usaha, tenaga kerja dan produktivitas, (3) nilai ekspor

  • Nilai Tambah

Nilai tambah ini digambarkan dari angka PDB UMKM

  • Unit Usaha & Tenaga Kerja

Berbandingan jumlah UMKM yang ada dengan daya serap terhadap tenaga kerja.

  • Ekspor UKM

Berdasarkan 3 faktor ini yang dijelaskan oleh beberapa angka yang telah digambar diatas, dapat kita simpulkan kinerja umkm indonesia sudah semakin membaik dari tahun ke tahun dan dipastikan akan terus berkembang pada tahun berikutnya.

Tags: